Setelah bbrp bulan berlalu akhirnya aku kembali ke blog ini sekedar menuangkan rasa kerinduan menulis. Bukan penulis profesional hanya penulis yg doyan curcol.
Mau cerita pengalaman waktu lahiran 3, 5 bulan yg lalu. Hahaaaa..tak tau mau mulai drmn (merem bentar, coba mengingat).
Dua minggu sebelum jadwal hpl ku, mama udah datang dari kampung utk menemaniku di rumah krn suami sering kerja keluar kota /negeri. Entah apa alasan mama mempercepat kedatangannya. Tp sepertinya krn bulan itu tidak terlalu banyak pembeli (mamaku pedagang pakaian) atau krn terlalu kuatirnya bapakku kepada Putri centilnya ini sehingga mengirimkan istrinya tercinta untuk menemaniku di 2 minggu terakhir sebelum melahirkan.
Mama sudah di rumah bersamaku. Tiap pagi membangunkanku jam 4 pagi dan sedikit memaksaku untuk bangun dan keliling komplek. Ya ampunnnnn... itu terjadi hampir 2 minggu. Belum lagi siangnya disuruh angkat batu yang berat2 yang konon katanya bs mempercepat kontraksi. Tapi si kontraksi tak kunjung datang dan aku semakin lelah. Baru kusadari 'misi' mama datang buru2 adalah untuk membatalkan niatku untuk operasi sesar.
Niat operasi itu sudah kami rundingkan bersama dokter jauh-jauh hari. Karena banyak faktor medis dan karena sudah lamanya saya menanti buah hati ini maka si dokter mengembalikan semua keputusan ke tangan kami. Walau skrg kusesali kenapa gak coba normal, aku tetap bersyukur karena penantian sudah terwajab kini.
16 Maret' 13 tepat seminggu sebelum kami memutuskan untuk sesar, aku mengalami kontraksi palsu dan kita berangkat ke rumah sakit jam 11 malam krn menunggu suami pulang dari pameran kantornya. Hoalahhhh.. paniknya bukan main krn aku kira itu udah ketuban yg pecah ternyata hanya keputihan biasa. Pulang dari RS jam 3 pagi. Teler-seteler-telernya krn jam 8 harus balik lagi untuk jadwal kontrol sama dokternya.
Sampailah kami di dokter dan kini saatnya untuk penentuan tanggal untuk jadwal operasi. Aku memilih 21 maret tp karena suami masih ada event makanya dipilihlah 22 maret (jumat). Aku memilih 21 maret karena :
* suami lahir tanggal 11, aku lahir tanggal 31 jd kalo dia lahir tanggal 21 kan berada diantaranya.. keren dong 11, 21, 31.
* Suamiku lahir bulan January, aku bulan mei. Kan enak tuh ada yg ultah 2 bulan sekali.
Tp ya namanya berpasangan kan harus saling mengerti yaaa.. hahaha...(gaya bgt gw, banyakan gak ngertinya kaleeee...). Tapi ada persamaan dari kita bertiga yaitu sama2 lahir di hari JUMAT.
******eh jangan sedihhh, dalam 6 hari itu mama masih saja 'menyiksaku' krn berharap aku bisa lahiran normal. Hahaaa.. you are the best mamaaaa....
Kamis 21 maret gw masuk ruang inap untuk siap2 besok pagi mau operasi. Dalam hati akhirnya tiba jg waktunya melihat wajah jagoanku tp ada jg rasa kuatir. Aduh campur aduk deh kyk nano2.
Tak bisa tidur, pastinyaaaa.. ini pertama kali dalam hidup merasakan yang namanya melahirkan heheeee.. kepikiran terus ama yg di dalam, sehatkah? Mirip aku atau papanya? dll.
Jam 6 pagi udah disuruh mandi karena jadwal operasinya jam 8 (walo pada akhirnya mulai jam 9 kurang karena harus antri di ruang operasi). Jam 7 udah di ruang operasi untuk menunggu antrian diproses haha... tak ada yang lebih menegangkan dari itu, apalagi saat2 akan dimulainya operasi. Semua kuhadapi dengan gemetaran. Pas dokternya blg 'hai buu, kita mulai yaaaa...' rasanya saya siap matiiiii saking takutnya.
Karena biusnya bikin aku mati rasa, ketakutanku semakin berkurang berganti dengan rasa haru apalagi mendengar jeritan tangisnya untuk pertama kali. Rasa perutnya pun legaaaaaa sekali. Ahhhh... kelar juga pikirku. Urusan sakitnya ntar aja yg penting anakku sehat dan lengkap.
Puji Tuhan Yesus, Jeje lahir
22 Maret 2013
Jam 08.44
3,440 kg
51cm
Kesan pertama melihatnyaaaa..
bapaknya bangetttttt.. bulunya byk, pirang dan mukenye 100 persen bapaknya... nangisss gw Ampunnnn *lap airmata, lanjut.
Keluar ruang operasi disambut mama +kakak dan suamiku. Bak atlet yg baru memenangkan pertandingan, rasanya bangga sekali bercampur haru. Aku dgr mama dan kakak cerita betapa putih dan bulenya anakku (iya bule, bule pesek haha.. gak percuma gw demen ama orlando bloom LOL).
Nunggu lagi agak lama di ruang tunggu operasi untuk persiapan kmr dan lain2. Rasa gatal mulai berdatangan krn biusnya pelan2 hilang. Tak ada rasa lapar (krn puasa 10 jam), hanya menunggu tak sabar agar dtg waktunya melihat si jagoan kecilku.
Akhirnya ketemu jugaaaaa... suster bawa baby ku untuk belajar menyusui dan seperti harapanku dia sangat pintar nyedotttt hihihi.. rasanya lucu deh untuk pertama kalinya tp excited banget. Gak lama kemudian aku dibawa ke ruang inap dan mulailah kehidupan baruku. Kini ada 2 orang yang harus kujaga dan ku kuatirkan. Papa (ahhh, nyebut juga nih panggilan barunya suamiku) dan anakku Jeje.
Hari berlalu selama di RS banyak orang yang jenguk. Dimulai dari sahabatku Ivanna di hari pertama (makasi cake nya hasian). Hari kedua ada amang uda + inang uda alex, keluargaku dari kampung, Bang Toncil, dan temen kantor suami. Hari minggu ada sobatku Lydia + suami dan soulmatenya Bosker. Trus ada Tulang+ nantulang. Trus keluarga besar Sijabat. Trus mba Deta dan sobat kecil Om Juned, Nael. Trus kak Vany sekeluarga. Trus sobat Papa dari SMA yaitu Cilla's family. Terima kasih semuaaaaa...
Jeje bukanlah anak yang pendiam alias kalem. Anaknya aktif dan doyan mimik (spt kebykan anak lelaki) dan (ini penting) memiliki suara yang kenceng (maklum batak ya, balon penyanyi nihhh hehe). Banyak cerita ttg anakku vs suster yg jaga. Katanya Jeje itu paling gak bisa diem. Dari lahir kepalanya suka dibuang ke kiri dan ke kanan bikin suster nya panik. Krn baby baru lahir kan tdrnya di box, kasian kepalanya kejedot mulu hahaha.. trus katanya saking suaranya kekencengan, setiap dia nangis pasti ada baby yg ikutan nangis hahaha.. amponnnnn..
Itulah sekelumit curhatanku mengenai kebahagiaan baruku dan suamiku serta seluruh keluarga. Penantian selama 4 tahun kini sudah jadi nyata. Terima kasih Yesusku. Haleluya.
Note : foto2 anak eike, ada di fb dr new born sampe skrg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar