Sabtu, 30 April 2011

Test HSG

Apa itu HSG?
HSG (Histero Salpingografi) adalah pemeriksaan sinar X dengan memasukkan cairan khusus/ zat kontras untuk memperoleh foto sistem organ reproduksi.

Apa Fungsinya?
Untuk mengetahui bentuk rongga rahim, patologinya seperti apakah ada polip, pelengketan atau kelainan dan saluran telur, apakah ada sumbatan atau tidak sehingga dapat melengkapi pemeriksaan infertilitas lainnya.

Kapan waktu pemeriksaaannya ?
Biasanya dilakukam pada hari ke 9-11 (terhitung dari hari pertama haid terakhir)

Share sedikit tentang pengalaman melakukan test HSG ya..cekidot
Kemaren (tepatnya 29 April 2011) adalah hari dimana aku akan melakukan test HSG. Sebenarnya tidak ada masalah atau ketakutan yang melandaku sampai akhirnya aku mendengar  pengalaman dari salah satu teman senasib (yang diwajibkan dokternya untuk tes yg sama) bahwa test ini akan terasa "sedikit" sakit. Ketakutan semakin bertambah ketika dia bilang bahwa setelah menjalani tes ini, kita akan sangat lapar dan kecapekan sampai "hampir" pingsan. Oke, aku pasti kuat,gumamku dalam hati. Setengah jam sebelum test ini, dokter akan memberikan obat. Tibalah waktunya aku test, aku disuruh tidur di atas tempat tidur dengan posisi kaki ditekuk dan dibuka lebar. Kemudian akan dimasukkan alat (tau deh tuh alatnya byk amat) yang menyerupai suntikan berukuran besar dan alat penjepit. Setelah dipastikan semua oke kemudian disuntikkan semacam cairan khusus dan difoto dengan sinar X. Pada saat proses masuknya cairan untuk pertama kali, rasanya tidak sakit tapi membuat kita agak pusing, mual dan pengen muntah. Setelah semua cairan masuk, itu berarti fotonya telah diambil. Kemudian dokternya menyuruh saya ganti pakaian dengan lutut yang masih bergetar. Alhasil, dalam hitungan 3 setelah berdiri, aku langsung pingsan. Kasian suamiku yg panik setengah mati dan memanggil dokter untuk meminta pertolongan. Di saat aku sadar,aku sudah melihat banyak orang sedang menopangku. Oh ya, jangan lupa untuk membawa pembalut karena setelah mengadakan test ini, kita akan mengalami pendarahan seperti mens walaupun dalam jumlah tidak terlalu banyak. Hal ini terjadi karena adanya penjepitan dalam rangka memasukkan cairan tersebut. Hasil foto sinar X-nya akan keluar dalam 30 menit setelahnya. Puji Tuhan hasilnya normal. Bukan bermaksud menakut-nakuti tapi itulah fakta yang saya alami. Oleh sebab itu kita persiapkan diri sebaik mungkin dan perut jangan sampai kosong.Semoga artikelnya membantu. Tuhan berkati.

Senin, 11 April 2011

Makanan Simalum- malum buat Mertua

Senang bs menambah pengetahuan tentang adat batak. Ya, mangalean sipanganon sebagai simalum-malum (doa berupa memberikan makanan agar orang yg kita berikan cepat sembuh -- agak susah menerjemahkan ya) (-_-)' --yang biasanya diberikan oleh anak kepada orangtuanya.

Untuk pertama kalinya aku melihat acara seperti ini, menarik ternyata. Apa saja yang disiapkan? Here we go..
1. Kelapa muda
2. Tebu
3. Itak
4. Daging Babi (tentunya slalu ada dalam acara batak)

Caranya adalah dengan memberikan makanan berupa daging babi, minumannya dengan kelapa muda. Sedangkan Itak dan tebu diberikan kepada orang-orang yang hadir di acara tersebut dengan maksud agar ikut mendoakan orangtua yg sedang sakit tersebut. Diberikan oleh anak pertama sampai anak terakhir secara berurutan kepada orang tua sebagai doa agar diberikan kesembuhan oleh Tuhan. Hal ini dilaksanakan dengan terlebih dahulu meminta doa kepada Yang Maha Kuasa. Acara ini dihadiri oleh hula-hula (tulang) dan keluarga dekat tentunya. Yang membuatku merasa berbeda adalah dengan Itak (kue) yang ada di daerah suamiku (baca : sidikalang). Kalo di Tarutung, Itak itu dibuat dengan bahan dasar tepung beras yang disaring,kepala parut dan sedikit gula dan garam (kalo gak salah). Bedanya dengan Sidikalang adalah Itak dibuat dengan menggunakan kelapa parut yang sudah digongseng sampai menghitam, gula merah,lada,dll. Sangat kontras beda bumbunya, bentuk serta rasanya. Itak ini rasanya pedas sedangkan di Tarutung rasanya manis. Ternyata perbedaan ini disebabkan oleh kultur di daerah Sidikalang yang sudah bercampur dengan suku Batak Karo dan Batak Simalungun. Banyak adat Batak Toba di tempat ini yang sudah berbaur dengan suku Batak yang lain.